Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Februari 2012

Dia dan cintanya….
Aku dan cintaku…
Aku mencintainya dan aku lelah..
Sedikit nakal aku bermain dalam kejenuhanku


Mencoba meramba pelan mencari sesuatu yang baru..
Sesuatu yang membuatku menenggelamkan bosanku…
Jika seperti ini, siapa yang bersalah..???
Aku dan kelelahanku, atau dia yang membuatku lelah…???


Aku dan kejenuhanku ataukah dia yang membuatku jenuh…???
Aku sakit namun tak mampu berpaling…
Aku lelah namun tak sanggup tuk pergi…
Aku terluka namun aku mencinta..
Mencinta pada dia…
Kekasih jiwa yang membuatku lelah…
untuk hidup..
segala’a harus di lakukan…


untuk hidup..
kufikirkan apa yang terbaik…


untuk hidup..
aku mencoba untuk selalu sabar…


untuk hidup..
kuingin ada org yg selalu bsa jdi segala’a untukku…


untuk hidup..
kucari kebahagiaan yg sulit untuk di dapat…


untuk hidup..
aku mencoba merubah apa yang ada…


untuk hidup..
aku tersenyum…


untuk hidup..
aku mengalah…


untuk hidup..
aku menutup diri…


untuk hidup..
aku menangis…


untuk hidup..
aku tertawa…


untuk hidup..
aku berjalan dan berlari…
karena hidup ini membuatku berfikir
apa yang akan terjadi bila aku hanya berdiam diri…
Kau adalah cahaya yang bersinar di malam hari.
Engkau berkedap kedip di atas langit yang gelap.
engkau selalu menerangi tidurku.


Terkadang,
aku sering memimpikan mu.
Oh Bintang……
Andaikan aku bisa mendapatkan mu
aku akan bahagia sekali
Begitu gelap gulita
Karena bumi memunggungi sang mentari
Begitu indah karena sewaktu malam datang
bulan pun bersinar


Pantulan cahayanya yang sangat terang
Menyinari semua makhluk yang sedang terlelap
 Malam yang indah Bertabur beribu bintang
Ingin kuceritakan indah rumahku
Serta senyum cinta tetanggaku
Menyatu serta dalam lingkaran alam
Serta langit bak pualam
indah lengkungan cahaya
sesaat hujan terhenti berkilu bak mutiara
dari laut istimewa memiliki tujuh warna
membuat hati tarpesona
bagaikan jelmaan sang bidadari yang turun dari khayangan
mencari tempat untuk bersemayam
menanti perintah peri khayangan
Sahabatku adalah tetesan embun pagi
yang jatuh membasahi kegersangan hati
hingga mampu menyuburkan seluruh taman sanubari

dalam kesejukan
Sahabatku adalah bintang
gemintang malam di angkasa raya yang menemani kesendirian
rembulan yang berduka
hingga mampu menerangi gulita semesta

dalam kebersamaan
Sahabatku adalah pohon rindang
dengan seribu dahan yang memayungi dari terik matahari
yang tak tertahankan hingga mampu memberikan keteduhan dalam kedamaian

Wahai angin pengembara
kabarkanlah kepadaku tentang dirinya
Sahabatku adalah kumpulan mata air dari telaga suci yang jernih
mengalir tiada henti hingga mampu menghapuskan rasa dahaga diri dalam kesegaran Sahabatku adalah derasnya hujan yang turun yang
 menyirami setiap jengkal bumi yang berdebu
menahun hingga mampu membersihkan mahkota bunga
 dan dedaun dalam kesucian

Sahabatku adalah untaian intan permata
yang berkilau indah sebagai anugerah tiada tara
hingga mampu menebar pesona jiwa dalam keindahan
Wahai burung duta suara ceritakanlah kepadaku tentang kehadirannya
biduk di langit masih kering tertawa
melihat aku yang tetap bercumbu dengan khayal
menari kata dalam balutan puisi

membingkaikan rasa dalam bait puisi adalah aku
aku bercinta dengan kata
dan merangkai menjadi satu kenangan indah

dekapan kalimat panjang membuai mesra
diriku kutemukan ada detak lemah setia
Sahabat
Garis yang tadinya tak mampu ku lukis
kita membentang jauh
engKaulah yang memegang tanganku
 mengarahkan jari ini agar tak lunglai memegang pensil kehidupan
Menjaga dengan senyuman agar hati ini tak letih
menyambung garis yang banyak terputus
Cinta itu hutan meneduhkan,
cantik tapi kadang kita tersesat di dalamnya

 Cinta itu matahari
panas membakar tapi ia berguna

 Cinta itu hujan
selalu kita berlari, agar tak terguyur
tapi selalu kita kenang saat kemarau menyerang

cinta itu awan
kadang berarak beriringan
kadang hilang tak tahu kemana

cinta itu kamu kadang menyebalkan tapi juga ku rindukan
Aku benar-benar sendiri
Terabaikan dan tak ada yang peduli
Apa ini yang dinamakan takdir
Atau ini hanyalah suatu peran yang harus kujalani dan akan berakhir….
 Dengan langkah sigap dan tujuan pasti,
 kuawali hari Berharap kesulitan tak menhampiri
ku tentukan misi Tapi apa yang terjadi


Aku masuk ke dalam dunia
yang sama sekali tak ku mengerti
Aku hanyalah seorang pemimpi
yang selalu lari dari kenyataan
Tenggelam dalam kerapuhan
dan terus larut dalam kesedihan


Aku hanyalah seorang pecundang
yang takut akan rintangan dan kekalahan
 Yang kini mencoba merangkai mimpi dan harapan

Blog Archive

Popular Posts