Minggu, 12 Februari 2012







Icha merebahkan tubuh nya di kursi teras rumah nya , kelihatan sangat lelah sekali , Icha baru pulang sekolah , wajah nya yang merah merona karna terbakar panas matahari tak bisa menyembunyikan  rasa lelah dalam dirinya . Tiba- tiba Icha di kejutkan oleh sms dari sahabat nya Renata .
Renata Message :
“cha , ntr mlm jd kan nonton konser nya ?
Harus jadi yach , aku punya 2 tiket nech ?
Icha Message : 
“ship dah ,  :)
Renata Message :
“okey, kita barengan sepupu aku yach dri luar kota , 
Katanya dia mau ikutan nonton “
Icha  Message :
“ O.K , 
 Icha pun langsung masuk ke kamar  nya untuk beristirahat .
Nanti malam adalah acara konser  dari group band ternama yaitu BONDAN FEAT FADE 2 BLACK , Kebetulan Icha dan Renata salah satu  fans  nya Bondan so, wajib nonton tuch .
****
Malam pun ,tiba terlihat Icha  sudah siap untuk beranjak pergi bersama Renata .
Setiba nya di rumah Renata , Icha sedikit heran soalnya dirumah Renata sudah di penuhi  oleh kumpulan cowok –cowok dan Icha belum mengenal nya sama sekali .
“Eh icha , ngapain bengong  di luar , mari masuk, sambut Renata .
“emm, gak kok , sedikit gugup.
“ohw iya cha , kenalin ini Sepupu aku IVAN , yang aku ceritain td siang , 
“Icha , sambil mengulurkan tangan nya ke arah IVAN, 
“IVAN , sambil tersenyum , 
Tak lupa juga IVAN juga memperkenalkan teman- teman nya  kepada Icha  .
Mereka pun berangkat menuju tempat Konser berlangsung .
Terlihat acara sudah di mulai . Icha dan Renata terlihat  senang sekali karna bisa menyaksikan langsung  konser itu meski agak sedikit jauh  dari panggung .
Setengah jam konser telah berlangsung , diam- diam Icha memperhatikan Ivan dari kejauhan , 
Sesekali Ivan senyum ke arah Icha ,
*******
Pagi yang sangat dingin , berhubung cuaca lagi hujan, Icha terasa enggan membuka mata  nya , tapi lama kelamaan , Icha pun dengan terpaksa harus bangun dan harus siap- siap untuk berangkat ke sekolah . 
Icha pun menuju ke meja makan untuk sarapan , sedang asyik  nya Icha menyantap makanan nya itu, tiba – tiba   hp  Icha bergetar. Dari nomor yang tidak di kenal , dan itu membuat Icha penasaran .
Icha pun membuka  pesan itu  yang hanya sekedar sapaan selamat pagi .
Tanpa ada inesial pengirim nya .lalu Icha pun menanyakan si pengirim sms itu .
Mereka pun saling balas sms ,  Ternyata si pengirim sms itu adalah IVAN sepupunya Renata ,tapi sms terhenti saat Icha menyakan dapat Nomor  hp  nya dari siapa .
Icha sudah menduga kalau Ivan dapat nomor hp  nya dari Renata ,secara Renata kan sepupuan sama Ivan . tanpa banyak fikir lagi Icha pun menanyakan hal itu kepada Renata .berhubung Icha dan Renata beda sekolah , Icha hanya bisa menanyakan hal itu kepada Renata lewat sms. 
Icha message :
“ta, kmu yach yang ngasi nmr hap aq ke IVAN, sepupu mu itu ?
Renata message : 
“ owh , iyac cha, maaf yach aq lupa ngasi tau km sebelum nya, 
Piece 
Icha message “
“ yach gk p2 sech , cma wkt aq tnya dpt nmr q dr siapa dia nya gk blz lagi , 
Cuek amat !
Renata  Message :
“ehehe iyah dia emang rada cuek gt cha , tpi asyik kok anak nya . 
Yach lanjutin aja mz an nya , ehheheh
Icha Message :
“ idiiiihhh , cuek gtu  ta, gak asyik ta , hemmm
Renata message :
“yach , km blm kenal dia lbh jauh sech , coba aja “
Ehehehe>>>

Icha hanya bisa menarik nafas , melihat  sms dari Renata itu , tanpa balik membalas dan berlalu meninggalkan nya . 
Icha asyik dengan buku yang di baca nya , tiba- tiba ia teringat pembicaraan Renata tadi pagi , 
Ivan, iyah untuk kali ini Ivan yang jadi sasaran objek di fikiran nya , 
Sikap Ivan yang cuek , membuat Icha penasaran  dan ada rasa ingin lebih jauh mengenal nya , 
Lain hal nya dengan Icha yang sudah terkenal rada  “bawell “  dan mungkin seluruh dunia juga tau akan kebawelan  nya .
********* 

Waktu terus berlalu , Icha dan Ivan pun semakin akrab , saling berbagi cerita , Ternyata sifat cuek nya Ivan membuat Icha ingin lebih jauh mengenal nya , ada rasa yang tak biasa yang di rasakan oleh Icha , serasa ada getaran dalam jiwa menggugah seluruh tubuh Icha , inikah cinta ? cinta pada pandangan yang untuk kesekian kalinya .Tak dapat di pungkiri , ternyata Ivan juga merasakan hal yang sama . sifat bawel nya Icha membuat ia merindukan nya , >>

Sungguh perkenalan yang begitu singkat , seiring berjalan nya waktu , Ivan menyatakan perasaan nya kepada Icha , ,,,, dan itu membuat I cha bahagia, ia tidak menyangka ternyata Ivan juga  punya rasa yang sama , tapi rasa suka Icha tak membuat Icha begitu saja menerima Ivan, ia pun meminta waktu kepada Ivan untuk memikirkan semuanya . berhubung Icha dan Ivan tinggal berjauhan , hal itu juga lah yang membuat Icha merasa ragu .
******
3 hari berlalu , dan waktu icha memberikan jawaban kepada Ivan , tak dapat di pungkiri , Icha juga tidak dpat membohongi perasaan nya , ia juga suka sama Ivan , dannnnn>>
Icha pun menerima nya . Icha menerima Ivan sebagai pacar  nya. Dua hati menyatu dalam satu ikatan  cinta , iyach , Ivan dan Icha , dunia seakan menjadi milik berdua, tak ada yang bisa di ungkapkan Icha selain rasa bahagia , yang mengisi  relung hati nya  . 
Tak juga ketinggalan Renata  sahabat  nya Icha pun ikut senang mengetahui  hal itu .
*****
Walaupun Icha dan Ivan terpisah jarak dan waktu , tapi itu tidak menyurutkan  niat kedua insan tersebut. Dan mereke punya gelar  masing – masing  Icha  memanggil Ivan dengan sebutan Pangeran Cuek , begitu pula hal nya  dengan Ivan memanggil  Icha dengan sebutan putri  bawel .  Itu menambah  betapa romantisnya percintaan mereka .
*****
Hari ini Icha merasa  perasaan nya tidak enak , keringat dingin bercucuran membasahi tubuh nya , jantung nya berdetag tak menentu . , ia pun hari ini heran akan diri nya , di tambah lagi dari pagi sampai siang begini tidak ada kabar tentang Ivan , tidak seperti biasanya Ivan yang selalu saja sms  Icha meski hanya ucapan selamat pagi . 
Pelajaran kosong Icha coba untuk sms Ivan , tapi tidak ada balasan . 
Icha trus bersabar akan hal ini , “duhh , dsar pangeran cuek , kambuh lagi nech penyakit “gerutu Icha dalam hati . Icha pun meminta tolong kepada sahabat nya Renata  untuk coba menghubungi Ivan .
Icha message :
“ta, maaf ganggu , bsa  bantu aq gak ? , pliase ???
Renata message :
“gak ganggu kok? Bantu apa, aq usahain .
Icha message :
“gini , Ivan dari td pagi susah d hubungin, yach aku takut aja  terjadi  sesuatu sama dia , ta ?
Renata message :
 Cie- cie , khawatir amat nech putri  bawel , oke dech ntr aku coba hubungin dia , “
Icha message :
“huh dasar , yaa  udah jangan ngeledek ! mksih sebelum nya , ntr kabarain aq yach , “

******
Icha masih gelisah dengan keadaan ini , dan ia juga berusaha untuk tidak  terlalu memikirkan hal ini , 
Ia juga berharap semoga Ivan si pangeran cuek  baik- baik saja . 
Icha menarik nafas  dan ia pun memutuskan untuk kekantin saja sekedar mengisi perut , berhubung lagi pelajaran kosong . dan ia juga mengajak Dian teman sebangku nya itu , tapi ternyata Dian sedang tidak enak badan , katanya sech kepala nya pusing , badan nya panas. Kemungkinan  Dian demam , Icha pun tidak tinggal diam , ia pun membawa Dian ke ruang UKS dengan di bantu oleh beberapa teman sekelas nya .
*******
Setelah dari UKS ,  Icha pun kembali ke kelas nya dan mengurungkan niat nya untuk ke kantin , tapi ada yang berbeda saat ia kembali ke kelas nya . semua mata tertuju pada nya ada juga yg sedang menertawakan nya .Icha heran , apa ada yang aneh dalam diri nya ? terlihat di pojok kelas si Andre salah satu teman sekelas Icha yang juga rada Jahil sedang memegang hp  Icha ,
Oh mai Gat !!!!!! si Andre lagi asyik membacakan sms dari Ivan . Icha pun dengan cepat merebut hp nya kembali .Betapa malu nya Icha saat itu , semua mata tertuju kepada Icha , di tambah lagi isi dari sms itu adalah kata putus  dari Ivan. 

Hati Icha hancur lebih dari berkeping – keping , .
****** 
Icha masih duduk di dekat jendela kamar nya , rintikan hujan mewakili hati Icha yang hampir rapuh , Icha masih larut dalam kesedihan nya . dan ia  masih tidak bisa percaya bahwa Ivan secepat itu mengakhiri hubungan mereka hanya karna alasan Ivan tidak bisa menjalani hubungan jarak jauh .Lalu kenapa waktu itu ia ucapkan kata cinta , .
Icha tersenyum sinis , mengingat hubungan nya bersama Ivan hanya sampai 13 hari saja , 
Dan itulah resiko yang harus Icha nikmati sekarang atas keputusan nya .
Icha pun di kejutkan sms dari Ivan yang berisikan  kata maaf , dan tidak  satupun dari sms Ivan di balas nya . 
Malam semakin larut , tpi Icha juga tak bisa  memejamkan matanya, Iya pun memutuskan untuk mengambil gitar nya , sekedar menghibur hatinya , mencoba menuliskan tentang perasaan nya , lewat lirik-lirik  dan nada –nada jiwanya .

*****
Renata sudah berada di rumah Icha saat itu , tapi Icha masih belum bangun dari tidur nya , 
“cha , banguuuunnnnnnn,Ya ampunn , , 
Icha pun dengan malas nya terpaksa bangun dari tidur nya , 
“cha ni kamar atau apa sech ? berantakan bgt, “ gerutu Renata .
Tiba- tiba Renata melihat selembar kertas yang berisikan liri-lirik lagu, >>
“cha , ini apa? Puisi or lagu ?  tanya Renata .
“iseng nulis-nulis lirik semalam, “ jawab Icha.
“wah , keren aku mau kmu nyanyiin ntr , buat aku , sepertinya  ne lagu bgs dech , 
Lihat aja lirik nya menyentuh “ 
“owh ya cha , aku sdah tau apa yag terjadi antara kamu dengan Ivan, 
Maafkan sepupu aku yach , maafkan aku juga , “
“ehehe , ya udah gak usah di bahas , biarkan berlalu n gak ada yag perlu d persalahkan, “jawab Icha .
 “ yang sabar yach cha, ya dah sekarang siap- siap kan hari ini aku janji mau nemenin kamu ke sekolah buat nyiapin PENSI besok d sekolah kamu , “celoteh Renata .
Owh iya ,sekalian aja cha ni lagu kamu bawain pas PENSI besok , yach … yach ..?”bujuk Renata 
“apaa? Gak ! malu di tonton banyak orang , “ jawab Renata .
“ayolah cha , aku kan pengen denger , pliaseeeeee>>>>>>.
“hemmm, kita liat saja besok , “jawab Icha singkat .
***
Hari ini di sekolah Icha ada acara  PENSI , yaang biasa di gelar setiap tahun nya , dan hari ini juga Renata datang kesekolah Icha , meski harus bolos dari sekolah  nya . 
Dan hari ini juga ia akan melihat penampilan Icha , sahabat nya . menyanyikan sebuah lagu yang iya ciptakan semalaman .
Lagu nya tidak sedih , seperti layak nya orang yang sedang patah hati, hanya saja lirik nya sedikit mewakali apa yang di alami Icha “
“|CINTA 13 HARI “
“sungguh bahagia
Dan sungguh tak ku sangka
Saat pertama
Aku kenal dia,
Tak berlangsung lama
Perkenalan antara kita
Dan tiba- tiba saja
Dia katakan cinta
Namun semua hanya sesaat saja
Dan cinta nya hanya sementara
REFF:Terpaksa aku trima semua
Kenyataan yang ada meski sakit yang ku rasa
Cinta nya 13 hari saja
Namun tak mengapa
Ku sedikit bahagia
Mencintai dia ,
Meski hanya 13 hari saja
*******
Semua bertepuk tangan melihat penampilan Icha di atas panggung , cukup menghibur semua yang hadir saat itu, terutama Renata , iya pun langsung memeluk Icha saat icha turun dari  panggung .
“chaa kerennn , “
“terima kasih , ta ,jawab Icha .
Ini baru sahabat aku , cukup kuat untuk menghadapi semua nya .
“iya ta, harus , buat apa menyesali yang telah terjadi , aku harus melihat kedepan ta, 
Biarkan semua berlalu , n semua menjadi kenangan hidup ku ,”jawab Icha 

Icha telah melupakan semua nya, tak akan ada lagi ivan, tak akan ada lagi pangeran cuek di hidUP Icha , trus melangkah kedepan , menyongsong masa depan . 
Itu yang sekarang Icha lakukan . 

SELESAI







Ini kisah nyataku .


Aku mencintai dia dari umurku 11 tahun , dan sekarang aku sudah berumur 16 tahun . namaku Talitha
Sudah hampir 5 tahun aku mencintainya , dan aku hanya bisa menjadi sahabatnya tak lebih .
Nama orang yang kusukai aldi .
Suatu saat dia menyukai seorang teman ku , namanya yoan .
Aku sangat kecewa mengetahui hal itu , aku dan aldi sangat dekat , sangking dekatnya seluk beluk cinta , keluarga , sampai semua masalahnya aku tau .
Dia sering bercerita tentang perasaannya ke-yoan padaku .
Aku senang bisa menjadi tempat curahan hatinya , setidaknya dia dan aku sering bertemu karena itu .
Sampai suatu saat aku dan aldi mempunyai sedikit salah paham .
Hanya karna aku salah bicara , dan dia salah mengartikan perkataan ku . maksud perkataan ku waktu itu ingin membuat dia tau siapa yoan sebenarnya .. tapi di pikirannya aku ingin menjatuhkan yoan di depannya .
Mulai saat itu aku dan dia sudah tak lagi saling menegur , sudah jarang bertemu , ’kecewa’ hanya itu yang bisa ku katakan . bodoh skali aku ini , kenapa aku harus ikut campur urusannya . coba saja waktu itu aku tak ikut campur , kejadiannya tak akan seperti ini ..
1 minggu berlalu , aku merasa sudah seperti 1 tahun , menurut gosip yang beredar di sekolah aldi & yoan sudah pacaran .
di depan mereka aku bersikap senang mendengar gosip itu , tak ada yg tau jika hatiku ini seperti di tusuk-tusuk jarum .
sakiitt !!!!!!!!!
malamnya aldi sms aku , dia bilang dia ingin bertemu dengan ku .
setelah bertemu aku hanya terdiam , tak ada satu kata pun yang keluar dari mulutku . sampai akhirnya aldi yang memulai cerita .
dia curhat lagi sama aku . dia menceritakan semua tentang hubungannya dengan yoan , aku senang bisa melihatnya tersenyum , belum pernah aku lihat dia mencintai seorang cewek sampe seginihnya . aku tersenyum seketika melihat dia bercerita semua tentang hubungannya .
dalam hatiku berkata , ’Aldi , andai kamu tau aku sayang bgt sama kamu . aku ingin melihat senyummu ini selamanya’
aldy sudah lama tau kalau aku mencintainya , tapi dia tak pernah memberi komentar , baginya aku hanya sebatas temannya saja .
2 bulan sudahh berajalan , tak ada masalah . aku masih bisa melihat semua senyuman yang selalu tertera di wajah aldi .
tapi satu ketika aku melihat dia menangis di depan ku , dia memelukku tiba-tiba , pelukannya terasa sangat dingin . aku bisa merasakan hatinya yang sedang gundah , dan kecewa .
aku menanyakan apa yang terjadi padanya perlahan-lahan .
aku mengajak nya untuk duduk di gedung depan rumah ku , rumah aldi dan aku hanya bersebelahan saja .
dia menceritakan semua masalahnya , air mataku jatuh seketika .
aku tak pernah menyangka akan melihat aldi menangis , biasanya  aku yang selalu menangis karena dia . tapi kali ini keadaan berbalik .. dia menangis karena cewek yang dia cinta , Yoan penyebabnya .
dia selingkuh dengan teman dekat aldi yaitu Michael , michael juga berteman denganku . tapi tak sedekat aldi dengannya . michael tinggal 1 perumahan sama aku dan aldi .
3 hari berikutnya aldi memutuskan hubungannya dengan yoan , dia merelakan yoan untuk Michael , mulai saat itu hanya kesedihan yang bisa kulihat dari muka aldi . tak ada lagi senyuman yang kulihat 2 bulan lalu . aku merasa kecewa dengan sifat yoan . aku tak bisa terima yoan menyakiti aldi .
suatu ketika Michael menghubungi ku , dia berkata ingin membuat aldi menjauh dari yoan . aku tau maksud michael , dia cemburu yoan dan aldi masih sering komunikasi melalui sms ..
aku sudah sering memperingati aldi untuk menjauhi yoan .
tapi dia tak pernah mau dengar .
malam minggu berikutnya , aku , aldi , michael duduk bersama di gedung depan rumahku .
tak ku sangka Aldi menyatakan cinta padaku ,, dia nanya apakah aku mau menjadi pacarnya . yang jelas aku senang skali malam itu . tak pernah ku sangka akan menjadi seperti ini ..
aku pun menerima cintanya pada malam itu juga . michael saksinya . tapi saat michael pulang aldi mengatakan hal yang aku pun tak pernah mau mendengarnya .
ini yang dikatakannya “Talitha hubungan kita hanya pura-pura saja , aku tak serius dengan ucapan ku tadi”.
Prakk .. seperti itu yang kurasakan ,, hancur ..
”emangnya apa yang kamu hrapkan dengan hubungan pura-pura ini aldi ?” tanyaku padanya .
”aku sudah memikirkan semua perkataanmu , aku tak ingin membuat michael menganggap aku msih mencintai yoan,cukup kamu saja yang tau aku masih sangat mencintai yoan” jawab aldi .
”baiklah kalau begitu aldi , anything for you my boy .” gumamku
seketika diaa menarikku & mencium dahiku ,
” terimaksih sayang , cuman kamu yang bisa mengerti aku . maaf kalo aku sering membuat perasaanmu sakit . ”
aku hanya diam dan pulang . kata yg kusampaikan terakhir padanya malam itu ialah ” jangan tidur teralalu larut , semoga aku bisa membantumu . aku tulus sayang kamu . ”
sesampainya dirumah , aku istirahat . berharap semua yg terjadi malam ini hanyalah mimpi .
malam minggu berikutnya , aku , aldi . di ajak michael buat double dinner . yaa , kayak kencan ber-empat gituh .
kita makan malam dulu . selanjutnya kita , naik odong-odong .
aku sih senang aja , tapi aku bisa lihat muka sedih aldi . bisa lihat di dalam hatinya yang pling dalam hanya ada kecewa .
michael memeluk yoan , sedangkan aku hanya berjalan biasa dengan aldi . tak ada pelukan , pegang tangan , aku tau hubungan kami cuman pura-pura . tapi tak bisakah malam ini sja dia membuatku bahagia  . ?
yoan keterlaluan , dya sma michael romantis bgt di depan aldi .
gk ada yg bsa mikirin hati aldi .
saat perjalanan pulang , aku berpikir untuk membuat aldi sma yoan berduan . aku pura-pura sakit perut . dan menyuruh michael untuk mengantarku ke rumah sakit , dengan alasan aldi saja yang mengantarkan yoan pulang . dengan bodohnya michael pun meng-iyakan permintaan ku ..
aldi sms aku ”apa maksudmu talitha ?”
aku hanya menjawab sms nya ”gunakan waktu dengan sebaik-baiknya , ungkapkan semua yang ada di hatimu . ”
aku langsung meng-non aktifkan hp ku , aku tak ingin menggangu yoan dan aldi . sesampainya di rumah sakit , aku menyuruh michael menunggu dan mengantar aku pulang nanti dan dia pun setuju ..
sesampainya di rumah , aku masihh duduk-duduk di gedung , aku memutar lagu  Seventeen ” hal terindah ” .. tak aku sadar aku menangis dan melukai tangan ku . rasa sakitnya tak sepedih rasa sakit hatiku .. jika bisa memutar waktu , tak ingin aku bertemu aldi kalau tau aku akan sangat mencintai dan menyayanginya seoerti sekarang .
saat ku mulai menutup mata sambil bersandar di dinding , tiba-tiba ada yang mengelap air mataku .
saat ku buka mata , ternyata itu aldi . dia mnghapus air mataku dan membungkus luka di tanganku yg sudah penuh dengan darah dengan sapu tangan miliknya . dia memeluk ku , dan berkata ”bodoh . kenapa kamu melukai dirimu sendiri ? tak ada gunanya kamu melukai tanganmu , itu bukan jalan keluar suatu masalah . ”
aku semakin menangis , dan memeluk aldi dengan sangat kuat , tak bisa lagi ku tahan .. dia menyuruhku untuk pulang kerumahnya saja . karna dirumahku juga bertepatan tak ada org . dya tak ingin aku akan semakin melukai diriku jika aku plg ke rumahku dan sendiri .
akhirnya untuk malam ini aku tidur di rumahnya , dia menyuruhku tidur di kmar nya , biar dia tidur di ruang tamu saja . katanya .
sbelum aku tidur aku berdoa di depan aldi , dan aldi mendengar semua doaku
”ya allah , berikan aku dan aldi kekuatan untuk menghadapi cobaanmu . biarkan aku terus mencintai dan menyayangi aldi , walaupun dia tak menyayangiku . berikan aldi kebahagiaan untuk cintanya , kembalikan
yoan ke pelukannya . malam ini , ku harap semuanya dapat terlewati , tak akan pernah kulupakan kejadian malam ini ,. Ku harap selamanya  aku dan aldi BERSAHABAT . wlaupun cintaku hanya di anggap SEBATAS SAHABAT bagi aldi .  amiend ”
aldi hanya tersenyum ,, dan masih menghapus air mataku .
kami pun tertidur dan esoknya menjalani hari-hari seperti biasanya .
HANYA SEBATAS SAHABAT ..







Bali, pulau yang indah dan mampu menghanyutkan setiap jiwa yang memijakkan nya kaki ditempat ini. keramaian nya yang khas,membuat terpaku setiap mata yang menelisik keindahannya. Kalau di pikir-pikir, bukan hal sulit untuk dapetin cowok idaman disini. Sebab,  beragam jenis cowok bisa aja ditemuin di sini. Mulai dari yang tinggi bekulit putih mulus, sampai yang pendek n item dekil. 2 tahun hidup di bali bukanlah waktu yang singkat. entah mengapa aku belum juga menemukan seseorang yang ku rasa pantas untuk mengisi hati ku.
“ttiiiiinnnnn.......” suara klakson mobil  membuyarkan lamunan ku. Rupanya traficlaight itu udah ijo sedari tadi. “Sabar dikit napa sih?!! Kayak orang penting aja loe”. Racau ku pada mobil yang berada pas di belakang ku. “eh, loe buta ya? Ga liat apa tu lampu udah ijo dari tadi! Ato jangan-jangan loe buta warna lagi. Udah..cepetan minggir sono!”. Jawab seorang cowok dari dalem mobil dengan sedikit mengeluarkan kepalanya. “huh! Sok ‘YES’ banget sih ni orang. Nyebeliin.” Bisikku lirih sambil memperhatikan wajahnya. “Helloo.. wah,jangan jangan budeg juga ni cewek”. Katanya sambil mengklakson lagi. “enak aja loe ngomong. Gue masih normal tauk!!”. “ya loe minggir dong kalo ngerasa masih normal! Dasar”.  Gondok banget gue ama ni cowok. Padahal baru sekali ketemu,gimana kalo berkali kali. “ieh, sono loe pergi! Enek gue liat muke loe”.  Jawabku, sambil Ku pinggirkan sepeda ku. “yee.. dasar cewek gila’!”. Katanya sambil terus melaju kan mobilnya melewati ku. “apa loe? Rese. Awas aja kalo sampe muka loe nongol lagi di depan gue. Cuwih.. najis gue”. Aku ngomel-ngomel sendiri karna Mungkin dia udah ga denger lagi karna mobilnya udah melaju cukup jauh dariku. Aku jadi senyum senyum sendiri gara gara kejadian tadi. Hihihii...
ooOO(^^)OOoo
Pag i yang cerah,seperti biasa jam 6 pagi aku udah mulai meng-goes  sepeda ku menuju tempat kerja. Yah, aku bekerja di sebuah tempat GIM dan spa. Rutinitas ku sebelum sampai di tempat kerja, harus ngeladenin cowok ga penting yang slalu nungguin aku di pinggir jalan buat ngasih bunga mawar setiap pagi. Dan itu berlangsung selama setaun terakhir. Tiap hari pula, kebayang ga??(ga usah di bayangin deh, lama!.xixixii) entah apa yang bikin cowok satu ini klepek-klepek  padaku. Apa aku secantik itu?pikirku.. yah, yang jelas cowok itu sama sekali bukan tipe ku. NOL! Aku pun melaju kembali ke tempat kerja ku.
Malam menunjukkan pukul 21.00, waktunya pulang. Ku sempatkan pamit pada Viki temen seperjuangan ku di tempat GIM ini sebelum aku pulang. “Vik, gue balik dulu ya. Loe masih harus nunggu jemputan kan?”. “Oh, yaudah. Loe pulang aja. Bentar lagi abang gue nyampek kok”. Jawabnya. “oke! Daah” ku tuntun sepeda ku menjauhi Viki. Dan.. “hwaaaaa... ssttoooppp!!!!!!”. Aku memekik keras saat sebuah mobil nyaris saja menabrak ku. 


Dan seorang cowok keluar dari mobilnya. “duh, maaf ya mbak. Saya ngga senga..”. kata kata nya terputus saat ngeliat wajah ku. “elo??  wah parah loe! Ngapain sih loe disini. Pake sok nabrakin diri ke mobil gue lagi. Trus abis itu loe mau minta ganti rugi,gitu? Enak bener loe.” What?cowok itu lagi!pikirku. Seenaknya aja dia malah marah-marah padaku. “Eh, maksut loe apa nuduh gue nabrakin diri ke mobil loe? Gila loe ya. Loe pikir deh pake logika,mana ada orang yang sengaja nabrakin diri. Yang ada tu elo yang salah. Kan elo yang nabrak gue. 


Masih aja mau ngeless loe!. Huh..aku bener-bener sebel ama ni cowok.  “alahh.. elo tuh yang ngeless. Trus ngapain loe disini?ngikutin gue,hah??.” “ihh.. GR! Kurang kerjaan banget gue ngikutin loe. Gue tu mau pulang!.” Ku langkahkan kaki menjauhi cowok rese ini,tapi dia malah manggil manggil aku.. “Eh,mbak.. mbak.. mbak..”  “apa loe?? Loe pikir gue embak embak? Seenaknya aja manggil orang!.: aku marah marah ga jelas padanya. “Eh, sepeda loe ni ketinggalan, cepetan pinggirin!.” Ya tuhaan,, rasanya aku ngga punya muka lagi. Segera ku ambil sepeda ku dan ku goes pulang.
ooOO(^^)OOoo
“ttiiinn ttiiinnn....” Huhh, suara klakson itu lagi.  Pasti ni mobil cowok rese itu. Bener aja, mobilnya persis di belakang ku pas aku lagi benerin sepeda ku. Aku tak menghiraukannya dan sibuk mengutak atik sepeda ku. “ttiiiinnn....” kembali terdengar klakson itu di bunyikan. Kali ini beserta suara merdu si pemilik mobil (hueks). “woy minggir!!.” Teriaknya. “Ee, loe ngga liat apa gue lagi benerin sepeda!.” Kataku. “wah.. elo lagi! Gue curiga nih,jangan jangan elo beneran ngikutin gue lagi. Iya kan?ngaku!.” katanya sambil keluar dari mobil. “elo tuh ya. GR ga ada abisnya! Kan gue udah bilang, kurang kerjaan banget gue ngikutin loe.” Sergahku. “emang loe cewek paling kurang kerjaan.. lagian ngapain loe parkir disini? 


Loe ga bisa liat yaa. Ini tu parkiran buat mobil. Pinggirin sepeda loe!!.” Jawabnya.  “Eh, gue itu lagi benerin sepeda gue ya! Bukan nya mau parkir. Lagi pula gue yang lebih dulu nyampek sini, jadi kalo elo mau parkir disini ya loe harus nungguin gue selesei benerin sepeda!.”kataku. “ih,PD bener loe. Ogah banget gue nungguin loe. Cepetan pinggirin!!.” Begitulah disetiap pertemuan kami yang tak sengaja itu, selalu aja bertengkar kaya anak kecil. 
Sampai suatu hari, aku baru tau kalo ternyata cowok itu adalah pemilik sebuah toko yang menjual alat-alat surfing dimana ibet bekerja. Ibet itu yaa si cowok rese yang tiap pagi ngasih mawar pdku. Dan dari ibet lah aku tau semua info tentang cowok yang ternyata bernama Reyhan  itu. Berawal dari pertemuan tak sengaja kami itulah aku mulai penasaran pada sosok Reyhan. 


Tapi ternyata ibet salah sangka,dia pikir aku mulai bisa menerima nya. Padahal kan aku ngrespon dia karna aku pengen tau info tentang Reyhan. Dan dari situlah ibet semakin PD mendekati ku dengan mengirimi ku makan siang setiap harinya. Aku sih oke oke aja. Lumayan lah, sekali dayung 2,3 pulau terlampaui. Dapet info tentang Reyhan,sekalian makan siang gratis. Hihihii.. 
Sepulang ku dari tempat  kerja, aku ngeliat Reyhan di pinggir jalan. Anehnya, dia lagi benerin motor. “e’ehmm.. tumben banget naek motor.  Kmana mobil loe?” sapa ku. Sok akrab banget ye! Hihii.. “elo lagi. Kenapa sih disetiap tempat pasti ada elo! gue makin yakin nih kalo loe beneran nguntitin gue.” Jawabnya ketus. “ga ada bosen-bosennya ya loe tuh nuduh gue ngikuti loe!. Yaudahh.. gue mo cabut!”. Sergah ku. “E,e,ee.. tunggu dulu donk.”  


Katanya smbil menahan ku. “kenapa lagi,hah??.” Tanyaku. “tolongin gue donk! Gue ga bisa benerin motor nih,loe telponin montir atau apa kek. Gue bener-bener ga ngerti soal motor neh.” “iya..iya nih gue telponin.” Kata ku jutek. Aku pun menelpon bengkel langgananku suruh ngirimin montir. “Udah gue telponin noh,sekarang gue mo pulang!.” Kataku seraya beranjak pergi. Tapi lagi-lagi Reyhan menahan ku. “tunggu dulu,loe ga mau gue traktir dulu neh? Kita makan dulu yuk?.” Ajaknya. Aku bener-bener ga nyangka Reyhan ngajak aku makan! “emm.. gimana yaa?!” aku masih bingung antara jawab ya dan tidak.  “aah,kelamaan mikir!.” 


Reyhan langsung menarik tangan ku sebelum aku sempat menjawab. Akhirnya aku nurut aja. Kita berdua makan di sebuah resto,dan sekedar gobrol. “Loe kerja dimana?.” Tanyaku memulai pembicaraan. “gue kerja sebagai penjaga toko alat surfing.” Jawabnya singkat. “masa sih? Ga mungkin orang kaya elo ni Cuma penjaga toko.” Kataku. “yah,emang  gue Cuma jagain toko milik bokap gue kok.” Jawabnya. “ohh, elo baru ya disini?” tanya ku lagi. “iya, gue bari 2 bulan tinggal disini. Kalo loe?” “pantesan..tampang-tampang kaya elo tuh jarang gue liat disini. Gue udah 2 tahun di sini.” Jawab ku. “hahaha.. emang loe hafal setiap muka orang disini apa?? Ada ada aja loe.” Tawaya terdengar begitu riang. Dan pertemuan malam itu berakhir seiring dengan makanan yang telah kami lahap habis. Waahh, ngga nyangka malam ini bakal terjadi! Batin ku kegirangan :). Hihihii...
Seiring berjalannya waktu, kedekatan kami makin terjalin. Tapi ada satu masalah yang masih mengganjal kedekatan ku dengan nya. Ibet, yah tentu saja dia masih mengejar2 aku. Sampai suatu malam, ia menyatakan perasaannya padaku. “Sya, aku pengen jujur soal perasaan ku  ke kamu. Kamu tau kan,udah setaun lebih aku nungguin kamu. Aku rasa ini saat yang tepat buat ngungkapin perasaan ku. Aku sayang ama kamu Sya. Kamu mau kan jadi pacarku?.” Sebenernya aku ga tega kalo harus nolak ibet yang udah setia nunggu aku. Tapi mo gimana lagi, aku ga punya rasa apa pun ke dia. Terlebih sekarang aku mencintai Reyhan. “sebelumnya, aku minta maaf banget. Tapi hati aku udah ada yang punya. Sorry ya bet!.” Jawab ku singkat. Dan apa reaksinya? Ibet berlalu begitu aja tanpa sepatah kata pun. But, it’s okey! Justru itu yang aku pengen.. xixixii (jahat!)
ooOO(^^)OOoo
Malam berikutnya, aku ada janji makan malem bareng Reyhan.  Wew! Ga nyangka. Bener bener kebetulan yang membawa keberuntungan J. Aku sibuk berdandan dan milih baju yang sekira nya pantes. “Vik, yang ini gimana menurut loe?.” Tanyaku meminta pendapat Viki yang sedari tadi memandangi ku yang tengah asyik berantakin bajuJ. “hhm.. bagus.” Jawabnya singkat dan terkesan malas. “Loe kenapa sih Vik? Loe ga seneng ya gue berhasil dapetin pujaan hati gue?.” Tanyaku. “Gue Cuma ga habis fikir ama loe. Loe tega banget sih ama Ibet. Loe tuh sama aja udah manfaatin dia dengan ngasih harapan palsu demi cowok yang loe incer itu tau gak?!.” Jawab Viki sinis. “aduhh. Vikii.. asal loe tau yaa gue tuh ga pernah ngerespon apapun yang dia kasih ke gue. Gue juga ga ada niat ngasih harapan palsu kok. Dia nya aja yang keGRan.” Jawabku. “Iyaa Sya, tapi...” “ssttt... udah, gue mo pergi dulu. Mo kencan ama pengeran kodok gue. Hihihii.. Daa.” Jawab ku sambil nyelonong meninggalkan Viki.


“hy Rey.. udah lama nunggu?” sapaku. “ah,ngga kok. Baru 10 menit yg lalu. O’ya kamu mo makan apa?pesen aja.” Jawabnya ramah. “oke deh.” Jawab ku. Kami berdua pun makan sambil sedikit ngobrol. “Oh ya Sya, loe inget Ibet ngga? karyawan gue yang pernah gue ceritain ke elo?!” “iya gue inget,emang kenapa?” tanyaku. “Gue kann pernah cerita kalo dia lagi ngincer cewek, dan katanya hari ini dia ditolak ama cewek pujaannya itu, katanya sih alasannya karna si cwek udah ada yang punya. Kasian yah, gue jadi penasaran kaya apa sih cewek yang bisa bikin dia klepek-klepek gitu..haha.” Degg..!! aku kaget stengah mati,kenapa tiba-tiba Reyhan bahas itu sih? Aku bingung harus jawab apa. Akhirnya aku putusin buat jujur ama Reyhan. 


“Rey.. sebenernya cewek yang dimaksut Ibet itu gue. Cewek yang tiap hari selalu dikirimin bunga n makan siang itu,ya gue orangnya. Dan sebenernya selama ini pertemuan kita itu bukan sebuah kebetulan Rey.. gue sengaja ngikutin loe berdasarkan info dari ibet. Gue tau gue salah, tapi..” Aku ga berani menatap Reyhan. yang kurasakan saat itu hanyalah takut. Takut kalo Reyhan ga terima dan benci sama aku. “apa?? Parah loe. Loe ngga kasian apa sama ibet? Dia tu mati-matian tau ngga buat dapetin cinta loe. Dan itu sama aja loe udah manfaatin dia.” 


Reyhan terlihat sh0ck mendengar penjelasan ku. “yaa,tapi.. gue bener-bener ga ada niat manfaatin dia! Lagi pula gue tuh ga pernah sekalipun ngrespon sama apa yang dia lakuin. Dan.. jujur ya Rey.. sebenernya gue ngelakuin ini karna.. karna gue suka ama loe Rey. Sejak pertama kita ketemu,gue ngrasa ada yang beda dari diri loe..” 


Reyhan hanya terdiam. Sesaat suasana terasa begitu hening. Oh god! Rasanya aku ingin menarik kembali kata kata ku tadi. “sorry Rey, mungkin gue terlalu jujur untuk seorang cewek tapi..”  aku berusaha menjelaskan tapi Reyhan langsung memotong perkataan ku. “ya ngga bisa dong Sya.. Loe harus tetep jujur ke Ibet soal ini. 


Gue ga mau jalanin hubungan tapi harus sembunyi-sembunyi, gue mau yang terbuka.” Jawabnya. What? Apa aku ga salah denger? Reyhan bilang apa barusan?? Oh god! “mm..maksut kamu?? Kita pacaran????!!!!!!” tanya ku kegirangan :D.. yess!! “iya Misya Sayaang,tapi kamu harus segera jelasin ke ibet biar ga ada salah paham.hihihii” jawanbya sambil mengelus rambut ku. Bener bener ga nyagka! Ternyata Reyhan punya perasaan yang sama sama aku :D
-THE END-









“Belum tidur, Dey ?”
“Hmm … belum ngantuk, Kak”
“Jangan gara-gara dia kamu jadi …”
“Adey gak apa-apa, Kak. Tolong tinggalin adey sendiri ya. Adey lagi pengen sendiri”
Malam yang kelam. Sekelam hatiku saat ini. Beberapa jam yang lalu aku masih seperti biasa. Ceria. Menikmati kebahagiaanku. Tapi kini, hanya gara-gara dia keceriaanku memudar dan berangsur-angsur hilang. Beberapa detik yang lalu, mendengar keputusan sepihaknya mengakhiri hubungan yang selama ini kami jaga bersama. Tanpa aku tau alasannya mengatakan semua itu.


Kini aku hanya bisa meneteskan air mata. Walaupun sebenarnya aku tak ingin menangis, namun entah mengapa air mata ini tetap saja mengalir membasahi pipiku. Semua kisah yang pernah kulalui bersamanya, berputar seperti sebuah film. Menayangkan alur-alur kisahnya dengan rapi. Tak ada yang tertinggal. Terputar dari awal.


Tak pernah sebelumnya terbayang bahwa semua akan berakhir. Selama ini aku hanya menikmatinya. Menikmati kehidupan yang selalu membuatku tersenyum. Merasakan kebahagian. Dan akhirnya lupa mempersiapkan bahwa kisah ini suatu saat dapat berakhir dengan kepedihan.
Dan yang paling menyakitkan. Tanpa alasan apapun dia mengatakannya. Bahkan memberiku waktu untuk menjawab pernyataannya pun tidak.


“Kita sampai disini saja ya, maafin aku”
Dan segera ditutup telefon itu. Tanpa memberiku kesempatan bicara. Segera saja aku mengetik beberapa kata dan mengirimnya lewat pesan singkat. Menunda. Jelas dia menonaktifkan telefon genggamnya.
“Dicky .. kamu kenapa sih ?”


Setelah itu, tanpa bisa ku kontrol air mataku mengalir deras. Hingga membuatku terisak dan menjerit. Tak lama kakakku datang menghampiriku. Menenangkanku. Seperti pada umumnya orang-orang lakukan. Dan kuceritakan semuanya.
“Masa sih ? Kan baru tadi siang kalian abis jalan bareng. Terus alasannya mutusin kamu apa ?”
“Adey juga gax tau, Kak. Belum sempat Adey ngomong apa-apa telefonnya udah ditutup”
“Hmm .. Kamu yang sabar aja. Cowok masih banyak kok”


“Tapi Adey sayang banget sama dia”
“Mungkin dia punya yang lebih cantik dari kamu makanya kamu diputusin!”
“Hhhuuuuuaaaa ….. Kakak jahat …”
>>>>>>
Seminggu ….
Telefon genggamnya gak aktif


Sebulan ….
Masih gak aktif


Dua Bulan ….
Tetap gak aktif


Berkali-kali ku mencoba menghubunginya selama dua bulan ini. Bahkan kerumahnya pun sudah. Tapi tetap saja aku tak dapat bertemu dengannya. Ku putuskan untuk berhenti menghubunginya. Dan berusaha melupakannya. Walaupun keputusan itu membuat aku berubah dan menjadi pendiam.
>>>>>>


Bulan demi bulan telah terlewati. Menjelang ujian kenaikan kelas. Aku masih saja dengan perasaanku yang dulu. Yang selalu mengingatnya, merindukannya. Aku tak bisa melupakannya. Bahkan ketika ujian pun yang ada dalam pikiran hanya dia. Hasilnya, nilai ujianku hancur. Sebagai hukuman aku tak boleh menikmati liburan yang diadakan oleh pihak sekolah. Tak masalah sebenarnya. Walaupun aku ikut liburan bersama teman-teman sekolahku,aku tetap saja takkan bisa melupakannya. Mama mengirimku ke Bogor. Ke tempat nenekku.


Awalnya aku tetap saja murung dan terus-terusan memikirkan dia. Aku tetap menjadi pendiam. Nenek bertanya padaku hanya kujawab dengan anggukan atau gelengan kepala. Namun, ada salah satu sepupuku yang menarik perhatianku. Kesehariannya yang selalu pergi bersama cowok yang berbeda-beda. Kekasihnyakah ?? Atau cuma teman ?? Karena penasaran, aku bertanya padanya.
“Kok tiap hari pergi sama cowok terus, Kak ?  Emang gak takut ketahuan cowok kakak ?”
“Mereka cowok kakak semua kok ?”


“Semua ?? Maksudnya kakak pacaran sama semuanya gitu ?”
“Iya”
“Kakak Playgirl donk ? Emang boleh gitu, Kak ?”
“Ya, bisa dibilang begitu. Cowok aja boleh jadi Playboy. Masa cewek gak. Mereka seenaknya mutusin cewek kalo udah bosen. Cewek juga boleh donk”
“Tapi kan ..”
“Hidup itu butuh yang asyik-asyik, Dey. Jangan dibikin susah. Ngapain setia kalo cowok aja gak setia sama kita”
Satu nasihat dari sepupuku, kembali mengubah hidupku.
>>>>>>


“Kamu kok gonta-ganti cowok terus sih, Dey ?”
“Suka-suka Adey donk”
Jadi Playgirl memang asyik. Seperti yang dibilang sepupuku beberapa bulan yang lalu. Aku tak terlalu sering lagi meneteskan air mata ketika mengingatnya. Sudah bosan rasanya menangis hanya untuk orang seperti dia. Walaupun sebenarnya dia masih menguasai cinta dihatiku.
Playgirl hanya statusku. Tapi hatiku tak pernah tersentuh oleh orang lain. Mereka hanya alat untuk membantuku mengatasi kepedihan dihatiku. Kasihan sebenarnya. Tapi aku tak ingin memberikan hatiku untuk siapapun. Aku tak ingin tersakiti lagi. Walaupun harus mengorbankan perasaan mereka. Tak apa. Cintaku tetap untuknya. Tak tergantikan. Tak berkurang. Utuh seperti saat masih bersamanya.
>>>>>>


7 tahun tlah berlalu. Banyak hal yang kulalui. Tak hanya menjadi playgirl, 7 tahun ini juga kutuliskan kisah hitam dalam hidupku. Aku menekuni pekerjaan sebagai pengedar obat-obat terlarang. Menawarkan kepada teman-temanku agar mencicipinya. Menjadikan mereka pecandu. Menghancurkan masa depan mereka. Begitulah. Tapi aku hanya sebagai pengedar. Tak pernah sekalipun aku mencicipinya. Aku hanya melihat mereka bahagia ketika mengkonsumsinya, dan tersiksa ketika kehabisan barang haram itu.


Tak hanya itu. Aku juga menghancurkan moral mereka. Menawarkan mereka kegiatan seks bebas. Membantu mereka mendapatkan pasangan seks. Tapi hanya itu. Tak pernah sekalipun aku berniat mencoba kegiatan itu. Aku tak tertarik dengan kegiatan yang bodoh itu.
Aku jahat. Ya, benar sekali. Aku menuntun teman-temanku ke jalan yang salah. Menjerumuskan mereka ke dalam kubangan dosa. Aku melampiaskan sakit hatiku pada mereka yang tak bersalah. Tapi kejahatanku ini tersembunyi. Tak masalah buatku. Keluargaku, teman-temanku disekolah, sampai saat ini dikampus, tak ada yang tahu. Mereka mengenalku sebagai seorang gadis yang baik. Yang murah senyum, ramah, ceria. Kututupi dengan baik kejahatanku di depan mereka.




Tapi memang ada yang harus dibayar untuk menutupi kejahatanku ini. Aku sering pulang malam. Untuk ukuran seorang gadis yang dikenal baik, ini adalah masalah besar. Berulang kali mama memarahiku karena kebiasaanku ini. Hingga pada suatu saat, karena suatu hal aku terpaksa pulang pagi. Kali ini mama bukan hanya memarahiku. Beliau juga mencari tahu apa yang aku lakukan diluar sana. Dan aku juga diancam tak boleh keluar rumah tanpa pengawalan.


Pelan-pelan aku mengatur kejahatan itu agar tak membuatku keluar rumah pada malam hari. Setelah sebulan, kejahatan itu terkontrol dengan baik tanpa mengharuskanku keluar rumah. Aku dapatkan kembali perhatian mamaku. Penelitian mama tentang kegiatanku pun dihentikan.
>>>>>>




“Ciee kakak .. pake sayang-sayang. Cowok baru ya ? Bilangin ke mama ahh ..”
“Eh .. eh .. eh .. Adey !”
Aku langsung berlari ke dapur mencari mama
“Mama … Kakak panggil cowoknya pake sayang-sayang”
“Gak ada kok, Ma. Adey bohong” sela kakakku
“Weee .. Lihat tu ,Ma . Sms di handphone kakak”
“Ah .. kakakmu kan udah dewasa. Wajar aja. Lagian kamu, kayak gak pernah panggil pake sayang-sayang aja”




“Ih mama. Mana pernah Adey panggil cowok pake sayang-sayang”
“Itu dulu. Si Dicky itu. Cinta monyet kamu. Mama liat di handphone kamu kok”
“Ah, mana ada ma. Adey panggilnya pake nama aja kok. Lagian ngapain juga mama liat-liat handphone Adey ?”
“Ya nyari  nomor handphone si Dicky itu. Kalo kamu gak pake sayang-sayang, mana mungkin mama bisa dapat”


“Nomor handphone Dicky ? Buat apa ?”
“Buat ngancem dia biar gak deketin kamu lagi. Mama bilang supaya dia putus sama kamu”
DEGGG …
“Mama … Maksud mama …”
“Iya. Mama yang nyuruh dia putusin kamu”
“Uugh .. Mama jahatt … !!”


Aku segera berlari ke kamar. Sambil mengusap air mata yang mulai mengalir. Aku menangis, menjerit. Sama seperti saat aku baru saja kehilangannya. Aku terkejut dengan apa yang mama bilang. Tapi lebih dari itu, aku merasakan kepedihan yang luar biasa. Kali ini lebih pedih.  Dalam waktu beberapa detik aku langsung memahami semuanya. Semua perkataan mama. Selama 7 tahun ini, yang ku anggap sebagai pengkhianatan ternyata salah. Aku salah paham. Mengira dia yang telah dengan teganya menyakiti hatiku. Tanpa ku tahu bahwa dial ah yang tersakiti. Tertekan oleh keadaan.
Aku menyesal. Menyesal telah menggunakan banyak cara untuk melampiaskan rasa sakit hatiku. Melakukan banyak hal yang sebenarnya sudah terlalu menyimpang. Menghancurkan jiwa orang lain. Merusak mental mereka. Padahal aku disini justru puas dengan keadaan mereka. Aku menyesal. Sangat menyesal.


“Aku harus melakukan sesuatu”
Tanpa pikir panjang. Kuambil jaket dan tas ku. Bergegas meninggalkan rumah. Aku yang menjerumuskan mereka. Aku yang merusak mereka. Aku juga yang harus memperbaiki merka. Aku akan memperbaiki semuanya. Mulai dari …
“Permisi ..” kuketok pintu rumah seseorang yang telah lama tak ku temui
Tak lama pintu pun terbuka. Dia yang membukanya.
“Adey ..” panggilnya sedikit terkejut


“Aku .. Aku mau minta maaf. Maafin aku, Dic. Maafin aku. Mamaku yang ..”
Air mataku menetes kembali. Dia mengusapnya. Dia Menenangkanku.
“Jangan nangis, Dey. Bukan salah kamu. Aku yang salah tiba-tiba ..”
“Gak. Aku yang salah. Aku yang gak tau apa-apa. Maafin aku, Dic. Maafin aku.”
“Kalo kamu nangis, aku gak mau maafin kamu. Senyum dong.” paksanya
“Makasih ..” aku pun tersenyum menatapnya penuh kerinduan. Namun segera memudar teringat  masih ada satu hal besar yang masih harus kulakukan.


“Dicky, boleh aku minta tolong ? Aku …”
Kuceritakan semua padanya. Dari awal. Tanpa ada sedikitpun ku sembunyikan. Dia mengangguk-angguk. Mengerti maksudku.
“Aku akan bantu kamu ..” ucapnya mantap


Segera setelah itu aku memulai perbaikan. Semuanya. Meminta maaf pada orang-orang yang telah kupermainkan hatinya. Menolong mereka yang ku jerumuskan dalam kubangan obat-obat terlarang. Merehabilitasi mereka. Menghentikan kegiatan seks bebas yang telah merusak jiwa, mental, dan akhlak mereka. Merubah semuanya. Memperbaiki kesalahan-kesalahanku. Butuh waktu memang. Tapi akan kuperbaiki semuanya menjadi lebih baik.
“Maafkan aku teman”


“Kami memaafkanmu,Dey.”
>>>>>>




“Adey ! Maafin mama ya”
“Maaf buat apa, ma ?”
“Soal ..”
“Dicky ??”
“Gak apa-apa kok, Ma”
Ting Tong.
“Ah !! udah datang”
Bel rumahku berbunyi. Bergegas kupergi membukakan pintu. Mama mengikutiku heran. Penasaran dengan tamu yang membuatku riang tak seperrti biasanya. Dan kubuka pintu rumahku Untuk seseorang yang ..
“Hai, Dey !! Umm … Siang tante ..”
Senyum lebar mengembang di pipi kami.








Cinta yang selama ini aku jalani dengannya berjalan seperti apa adanya dan semestinya, karena memang aku mencintainya, tetapi tak tahu dengannya. Hingga suatu hari, ia selalu sibuk dengan kerjaannya sepulang sekolah. Bayangkan saja, pagi sampai siang sekolah pulang sekolah sampai malam bantu orang tuanya dan setelah itu ia tertidur. Sedikit sekali waktu yang tersisa untukku bahkan bisa dihitung dengan waktu, aku merenungi itu tak cukup hanya 1 hari saja,


tetapi berminggu-minggu sekali pun ia tak memperhatikan itu. Sampai saatnya datang, seorang cowok yang bisa dikatakan tampan, sopan dan mengerti segalanya tentang aku hadir dalam hidupku. Semula aku tak tahu akan semua itu, tapi ternyata dibalik kemelut ‘sahabat’ yang ia pergunakan, ternyata ia menaruh rasa kepadaku.


“aku masih mencintai bayu” kata arita saat deni mengungkapkan perasaannya di malam minggu itu.
“aku tak memaksa kamu rit, yang jelas aku udah bilang semua tentang bayu yang aku tahu, aku juga nggak memaksa kamu buat nrima aku, aku bakal nunggu kamu sampai kapanpun, aku juga bisa bantu kamu buat ngelupain bayu” ucap deni dengan kesungguhannya yang semakin membuatku bingung. Please….. bantu aku, jalan mana yang harus aku tempuh..??
“baiklah den, aku bakal berusaha buat itu”
“kamu bersungguh-sungguh rita..?”
“iya, bantu aku agar bisa melupakan bayu”
“aku akan berusaha arita, makasih sayang”


Saat itu pula aku memutuskan hubungan itu dengan bayu yang sesungguhnya masih sangat aku cintai. Semula bayu menolak, dan akhirnya ia menerima semua itu meski tak rela. Aku menjalani hubungan resmi pacaran dengan deni, tak ada seminggu mungkin selama itu pula  aku masih tak pernah bisa melupakan  bayu dihatiku, susah rasanya. Malam itu, aku bulatkan tekad untuk memutuskan hubungan dengan deni, karena sesungguhnya aku tak mencintai deni melainkan hanya menganggapnya sebagai sahabat.
“den, maafin aku sebelumnya”


“maaf buat apa rit..?”
“aku belom bisa ngelupain bayu, aku masih sangat mencintai bayu, aku harap kam ngerti, aku pengen kita sahabatan aja seperti dulu, karena memang aku selalu menganggapmu sebagai sahabat”
“ya udah, kloq memang itu keputusan yang menurutmu baik, aku nggak maksa kamu buat kembali ke bayu. Aku Cuma berdo’a semoga kamu baik-baik aja sama dia”
“makasih den, kamu dah ngertiin aku”


Rasa menyesal, benci pada diri sendiri, merasa bersalah sama semuanya tercampur menjadi satu dalam diri ini. Kenapa aku tak pernah memikirkan akibatnya dalam melakukan suatu tindakan, kenapa harus jadinya seperti ini, yang akhirnya aku tak pernah bisa melupakan bayu dihati ini. Bayu… aku ingin kamu kembali disisiku, karena sesungguhnya aku masih mencintaimu. Saat itu pula ketika aku sedang merenung, bayu meneleponku.


“hallo,, rit, kamu tak ingin tah berubah fikiran buat aku, aku sayang banget sama kamu, aku dah berkali-kali buat ngelupain kamu tapi gak pernah bisa,, pliss… terima aku lagi dihatimu rit, aku nggak bisa hidup tanpamu…”
“aku.. nggak tahu yu”
“jawab jujur rit, kamu masih saying kan sama aku?”
“aku nggak tahu bayu”
“jawab jujur rita, pliss…”
“iya, aku masih sayang sama kamu, aku nggak bisa ngelupain kamu yu”
“tapi kenapa kamu  bohongin perasaan kamu sendiri, kenapa kamu paksa hati kamu buat pacaran sama cowok laen?”
“dari mana kamu tahu?”


“semua tentang kamu aku tahu rit, aku juga tahu kamu pacaran sama deni”
“maafin aku bayu, aku nggak tahu harus gimana lagi, yang jelas saat itu kamu nggak pernah ada disaat aku butuh, kamu selalu sibuk dengan urusanmu sendiri, hingga aku di nomor 2 atau malah dinomor 5 kan, aku nggak mau yu, aku pengen kamu perhatian sama aku, seperti dulu”
“iya, aku juga ngerti, aku minta maaf rit, aku sayang banget sama kamu, kamu jgnan pergi lagi dari aku rit”


“aku juga sayang banget sama kamu yu” ucapku lirih saat menahan tangis.
Mulai saat itu pula aku kembali kepada bayu, karena sesungguhnya hatiku hanya untuknya, dan cinta nggak bisa dipaksakan. Karena dari itu, cinta disebut dengan cinta buta, yang tak pernah melihat seseorang dari tampang, tapi dari hati, sebaik apapun seseorang itu, jika memang hati kita tak pernah menginginkan dia, maka cinta itu tak akan pernah tumbuh.

Blog Archive

Popular Posts